Momentum perubahan di Hari Kelahiran
Hari lahir, tanggal
kelahiran, ulang tahun, milad blaa.. blaaa.. blaa.. apa artinya dan apa
maknanya untuk kalian ? beda budaya, beda pemikiran beda juga dengan
jawabannya. Saya coba buka sejarah dunia tentang ulang tahun yang awal mulanya
dari bangsa eropa dari mulai kenapa ada kue dan lilin. Salah satu cerita
mengatakan, karena waktu dulu bangsa Yunani menggunakan kue untuk persembahan
ke kuil dewi bulan, Artemis. Mereka menggunakan kue berbentuk bulat yang
merepresentasikan bulan purnama. Cerita lainnya tentang
kue ulang tahun yang bermula di Jerman yang disebut sebagai “Geburtstagstorten”
kue ulang tahun yang biasa digunakan saat ulang tahun. Orang Jerman terkenal
sebagai ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue
“Geburtstagstorten” mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan
dengan alasan keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di
tengah-tengah kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan”. Dalam ajaran Islam
tidak ada hadist atau ayat Al-Qur’an yang secara jelas melarang perayaan hari
ulang tahun. Walaupun begitu ada dua pendapat ulama besar. Pertama mengharamkan
berdasarkan pada hadist “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka termasuk mereka
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)” kedua memperbolehkan dengan dasar bahwa ulang tahun
bukanlah ibadah ritual seperti makna Hadist tersebut. Sehingga selama tidak ada
larangannya yang secara langsung disebutkan di dalam nash Quran atau sunnah,
hukum asalnya adalah boleh. Sesuai dengan kaidah “al-ashlu fil asy-yaa’i
al-ibahah.” Bahwa kaidah dasar dari masalah muamalah adalah kebolehan, selama
tidak ada nash yang secara tegas melarangnya. Sampai saat ini banyak yang
mengartikan ulang tahun sebagai suatu “kesenangan” benar sob.. bentuk
kesenangan itu akan lebih baik dalam bentuk syukur kita kepadaNya masih
diberikan jatah umur olehNya, bukan dalam bentuk kesenangan negatif.
Hari ulang tahun memang
memiliki arti sendiri bagi setiap orang, termasuk saya hehee.. Tepat dua puluh
enam tahun yang lalu saya dilahirkan, dalam penanggalan budaya jawa saya
dilahirkan pada hari selasa legi yang ternyata memiliki arti sendiri dalam
budaya tersebut. Dua puluh enam tahun yang lalu saat itulah pertama kalinya
saya mendengar Adzan di telinga kanan dan Iqomah di telinga kiri yang
dikumandangkan oleh Bapak (katanya mbah hehee..) karena Indra pertama yang
bekerja sesaat setelah lahir adalah pendengaran. Walaupun sekarang saya
mengetahui bahwa hadist kumandang adzan pada bayi baru lahir bersifat lemah
(dho’if) adzan tersebut pun bukan sesuatu yang dilarang. Saat itu juga pertama
kalinya merasakan sentuhan kulit seorang Ibu yang membuat ikatan batin dengan
seorang ibu semakin kuat.
Bagi saya hari
kelahiran merupakan pertanda bahwa waktu menjelang kembali keharibaan Ilahi
menjadi semakin dekat. Saat inilah waktu yang tepat untuk lebih bersyukur atas pemberianNya satu tahun
yang lalu dan memohon kepadaNya suatu perubahan yang lebih baik untuk tahun
berikutnya. Waktu inilah yang tepat digunakan untuk ber’muhasabah dan refleksi
diri untuk perubahan yang lebih baik dan Inilah waktu yang tepat untuk merubah
proposal kehidupan dengan berbagai target-target yang harus terpenuhi untuk
masa depan dunia dan masa depan akhirat kelak.
Ucapan selamat dari
keluarga tercinta, sahabat dan semua orang-orang terdekat merupakan bonus
tersendiri dan tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya benar-benar berbeda :) Alhamdulillah masih
diberikan kesempatan menginjakan kaki di bumi’Mu ya Allah dan terima kasih atas
doa-doa yang diberikan semoga Allah Azza wa jalla wa As Samii mengijabah doa-doa yang dipanjatkan. Ammin..
ya robbal’alamiin.
(^_^)
My bгother гecommendеd I might likе
ReplyDeletethis blog. He ωаs totally right. This post tгuly mаde my day.
Thank you for your appretiation, hope this blog can help you about medicine
Deletehatur nuhun bang sudah memotivasi adek2 apoteker lainnya (termasuk saya) supaya bisa lebih bermanfaat untuk orang lain. hebat bangeeeet bisa menjadi konsultan buat para penanya. semoga saya juga bisa seperti bapak :D
ReplyDelete