Avanafil, Penantang Baru Pil Biru

Avanafil, Penantang Baru Pil Biru
“Kabar gembira untuk kita semua,…”  iklan salah satu produk herbal indonesia yang berulang-ulang sampai banyak plesetannya di dunia maya. Iklan sederhana tapi menjadi sorotan karena unik plus diplesetin masyarakat Internet Indonesia. Jadi pengen ikut-ikutan hahaa.., plesetannya jadi begini : “Kabar gembira untuk para pria, kini ada Stendra untuk Mr.P anda”. Hohohoo..Stendra ?  Mr.P ? Apaan tuh,..


Melanjutkan coretan saya tahun 2012 lalu tentang “Tiga Obat Kuat Menggemparkan Kaum Pria”. Kali ini FDA (Food and Drug Administration) *sejenis BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tapi di negeri paman Sam sana. telah mengeluarkan ijin edar produk Obat Kuat baru dengan nama “Stendra”. Baru banget nggak juga siih,.. lama banget nggak juga,.. tapi kalau telat tahunya iya :D *Peace bro,… lebih baik telat daripada tidak tahu sama sekali perkembangan dunia farmasi apalagi obat yang satu ini.

Obat ini disetujui ijin edarnya oleh FDA pada tanggal 27 April 2012 dan oleh EMA (European Medicine Agency) pada tanggal 21 June 2013. Stendra atau Spedra adalah nama dagang yang digunakan oleh Vivus Inc. Obat ini sudah dijual pada lebih dari 40 negara Eropa termasuk Australia dan New Zeland, Indonesia ? sabar sob,.. Obat yang beginian aja pengen buru-buru masuk Indonesia. Stendra masih saudara kandung dari kakak tertuanya yaitu Viagra, Cialis, & Levitra dengan nama zat aktif Avanafil ((S)-4-((3-chloro-4-methoxybenzyl)amino)-2-(2-(hydroxymethyl)pyrrolidin-1-yl)-N-(pyrimidin-2-ylmethyl)pyramidine-5-carboxamide) dan mekanisme kerja obat yang sama dengan 3 saudaranya.

Begini cara kerja 4 obat bersaudara ini
Mekanisme fisiologis ereksi pada penis pada saat ada stimulasi seksual akan melibatkan pelepasan suatu senyawa oksida nitrat (Nitric Oxide = NO), dari bagian penis yang disebut Corpus Cavernosum. NO akan mengaktifkan enzim Guanylate Cyclase yang menyebabkan peningkatan senyawa Cyclic Guanosine Monophosphate (cGMP), selanjutnya menyebabkan pelebaran pembuluh darah di sekitar Corpus Cavernosum, sehingga darah mengalir ke penis dan menyebabkan pembesaran penis (ereksi). Ternyata cGMP diuraikan/didegradasi oleh enzim yang namanya Fosfodiesterase-5 (PDE5) yang menyebabkan penis kembali pada ukuran semula alias lemes lagi. Sildenafil Sitrat, tadalafil dan vardenafil adalah penghambat selektif terhadap enzim  Fosfodiesterase tipe 5 yang spesifik terhadap cGMP (PDE5). Penghambatan fungsi dari PDE5 ini, menyebabkan Sildenafil dkk memperlama aktivitas cGMP dan memungkinkan ereksi lebih lama pada saat diberikannya rangsangan seksual. Pada terapi hipertensi arteri pulmonal mekanisme kerjanya adalah dengan cara relaksasi dinding arteri, sehingga menurunkan tekanan arteri pulmonal. Kalau sama saja dari obat sebelumnya lalu mengapa FDA menyetujuinya ?

Inilah perbedaan Stendra dengan 3 saudara tuanya
Struktur kimia Stendra mengalami perubahan pada gugus fungsi kimianya sehingga onset (waktu yang dibutuhkan obat untuk mencapai kosentrasi maksimal dalam darah) lebih pendek dari 3 saudara tuanya. Benar saja FDA menyetujui obat tersebut karena ada perbaikan dari obat sebelumnya. Lebih dari 300 penelitian tentang disfungsi ereksi menyatakan bahwa onset Stendra lebih cepat daripada obat lain, tetapi hal ini masih perlu dibuktikan dengan sampel populasi yang lebih besar dari berbagai negara dengan berbagai ras manusia untuk mengetahui lebih dalam terkait keamanan terhadap manusia. Aspek farmakodinamik dan farmakokinetik yang sedikit berbeda dari senyawa ini yang memungkinkan onset Stendra lebih cepat dari obat sebelumnya.

Apakah ini obat Disfungsi Ereksi yang terbaik ?
Saat ini sudah dilakukan three double-blind, placebo-controlled clinical studies pada lebih dari 1200 laki-laki dengan pemberian dosis 50 mg, 100 mg dan 150 mg 30 menit sebelum melakukan hubungan seksual. Pada awal studi dan setiap empat minggu sekali, subjek relawan penelitian menyelesaikan kuesioner untuk mengevaluasi fungsi ereksi, penetrasi vagina dan kelancaran berhubungan intim. Kemudian para relawan mengisi angket pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan subjek penelitian yang menggunakan Stendra mengalami peningkatan yang signifikan secara statistik pada tiga titik akhir untuk tiga dosis Stendra yang dipelajari. Salah satu pertanyaan dalam penelitian adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai mereka merasakan efek ereksinya. Beberapa subjek penelitian mengatakan 15 menit, tetapi ada juga yang menyatakan mereka membutuhkan waktu yang lebih lama dari 15 menit. Seperti kita ketahui bahwa Viagra dan teman-temannya memiliki onset minimal 60 menit hingga obat bereaksi pada Mr.P. Studi lebih lanjut dilakukan untuk mengevaluasi keamanan Stendra, subjek penelitian dari dua studi lain diikutsertakan dalam penelitian selama 40 minggu. Subjek penelitian awalnya diberikan Stendra pada dosis 100 mg, dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg atau diturunkan menjadi 50 mg berdasarkan respon individu terhadap efek Stendra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping yang dilaporkan pada subjek penelitian tidak memburuk dari waktu ke waktu meskipun demikian efek samping obat dan cara penanganannya harus tepat. Menurut Dr. Laurence Levine seorang Professor di Departemen Urologi Rush University Medical Center di Chicago, “Setiap pasien memiliki rangkaian kimia tubuh yang memungkinkan obat bekerja lebih baik daripada orang lain”. Efek samping obat ini juga tidak berbeda jauh dengan 3 kakaknya. Dapat dikatakan bahwa obat ini bukan 100% yang terbaik dari 3 obat kuat lainnya. Menurut Dr. Laurence, Stendra adalah pilihan lain selain 3 obat kuat yang sudah beredar terlebih dahulu.

Levitra VS Viagra VS Cialis VS Stendra VS Staxyn, Who’s the best one ?
Cialis, Levitra, Staxyn, Stendra, dan Viagra bekerja dengan mekanisme yang sama. Perbedaan terletak pada seberapa lama kerja obatnya dan seberapa cepat obat bekerja. Levitra bekerja sedikit lebih lama dibandingkan dengan Viagra. Onset kedua obat tersebut sekitar 30 menit. Levitra berefek selama kurang lebih 5 jam, Viagra berefek selama kurang lebih 4 jam. Cialis bekerja sedikit lebih cepat (dalam waktu sekitar 15 menit), dan efek obat lebih lama sampai kurang lebih 36 jam. Stendra memiliki waktu onset 15 menit dan bertahan hingga 6 jam. Staxyn adalah tablet oral yang mengandung bahan aktif yang sama seperti Levitra. Jadi mana yang lebih baik ? kembali kepada pernyataan Dr. Laurence, Bahwa setiap orang memiliki rangkaian kimia tubuh yang berbeda-beda yang memungkinkan obat bekerja lebih baik daripada orang lain. Selain head to head berdasarkan onset dan lama kerjanya, saya coba membandingkan ke-5 obat tersebut berdasarkan harganya, berikut data perbandingan harga obat disfungsi ereksi.

Harga Obat Kuat


Pada akhir coretan saya di Tiga Obat yang Menggemparkan Kaum Pria, saya menyebutkan saat ini sudah ada 3 obat yang dikembangkan sebagai obat disfungsi ereksi yaitu Oral Phentolamine, Apomorphine, generasi terbaru Phosphodiesterase type-5 inhibitors. Salah satu hasil perkembangan dunia farmasi saat ini adalah penemuan Stendra (Phosphodiesterase type-5 inhibitors) sebagai pilihan baru dari obat disfungsi ereksi.

Awas obat ini digunakan hanya untuk orang dengan Disfungsi Ereksi, bukan untuk orang dengan ereksi normal karena bisa berefek kematian mendadak.

Keperkasaan pria tidak hanya sebuah alat, begitu juga dengan wanita. Suatu hubungan suami istri bukan terukur dari alat itu walaupun menjadi bumbu dalam rumah tangga. Pria akan terlihat perkasa saat dirinya bisa terjaga dari semua godaan wanita selain istrinya. Wanita pun juga sama, dia akan terlihat sangat anggun saat dirinya bisa terjaga dari godaan pria selain suaminya. Keperkasaan dan Keanggunan itu adalah Kesetiaan satu sama lain yang lebih penting daripada sebutir Viagra.

Semoga Bermanfaat Wallahu a’lam bishshawab
Aji Wibowo. S.Farm.,Apt.,M.P.H
Sumber : fda.gov | webmd.com | goodrx.com

Comments

  1. Berarti kesetiaan lebih penting ya mas drpd sebutir viagra, :p. Seneng bgt bisa bca artikelny mas, merecall kembali ingatan sya. :).
    Memberikan tambahan sedikit mas, sya pernah ditanyain pasien di puskesmas ttg knp pria yg menderita DM bisa mengalami DE dan apakah ad obat yg dpt menyebabkan si mr.p kmbali ereksi. Jd pada wktu it sya mnjelaskan pada jika diabetes sudah cukup lama diderita ditambah lg kadar gula yg tdk terkontrol akan mempercepat proses DE it sendiri, hal ini dikarenakan adanya proses angiopati dan neuropati yg menyebabkan proses ereksi terganggu. Nah, sya sempet bingung jg menjawab obat ap yg dpt mengatasi hal tersebut, krn pada dasarny penggunaan obat biru harus di bawah kendali dokter, apalagi pada penderita DM dengan penyakit jantung sebaiknya tidak menggunakan obat biru. Mungkin kepada para pembaca yg mungkin mengalami DE, alangkah baiknya segera konsultasi ke dokter utk mngetahui penyebab DE itu sendiri, disarankan ke andrologist atau internis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eghm,.. Ehm... yaa kira-kira begitulah mba dewi, obat ini termasuk dalam daftar obat dalam pengawasan BPOM dalam peresepan dan penjualannya. Apoteker di Apotek tidak diperbolehkan memberikan viagra dll tanpa resep dokter.

      Delete
  2. sumpah nambah wawsan tentang obat2an ini

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih, Komentar anda berisi :

1. Nama Komentator adalah Nama anda sebenarnya

2. Kalimat Sopan, Bijak, Positif dan sesuai dengan Topik Coretan (Baca : Tulisan)

3. Promosi, Link Hidup, dan Spam akan saya tempatkan khusus di Folder Spam

# Diharapkan tidak melakukan duplikat konten, agar blog anda tidak dilaporkan.

# Maaf jika komentar anda tidak langsung dibalas karena kesibukan Offline saya.


Popular posts from this blog

Pengobatan Terkilir atau Keseleo

Cara Identifikasi Keaslian Obat

Tiga Obat Kuat Menggemparkan Kaum Pria