Cara menyusun Motivation Letter
Motivation letter/cover letter/personal statement biasanya dipersyaratkan untuk mencari beasiswa dalam/luar negeri atau melamar S2/S3 di luar negeri. Pada dasarnya motivation letter–personal statement–cover letter adalah sama saja yaitu semacam esai tentang sejarah pendidikan kita dari SMA sampai S1 atau S2 jika digunakan untuk meneruskan study S3, panjangnya sekitar satu halaman A4 font arial 11 atau times new roman 12 tergantung permintaan dari institusi penyedia beasiswa.
Menulis motivation letter masih tetap terasa sulit bagi saya walaupun sudah ke dua kali, sepertinya mudah saja tapi ternyata tidak juga broo...pertama kali menulis motovation letter/cover letter saat mendapat nominasi kandidat penerima beasiswa unggulan dari dikti saat itu mudah saja karena menggunakan bahasa indonesia. 2 bulan yang lalu ada kesempatan mengajukan beasiswa dari Van Deventer-Maas Stichting (VDMS) sebuah organisasi swasta dari negeri kincir angin, Belanda. Salah satu syarat beasiswa tersebut adalah membuat motivation letter menggunakan bahasa inggris, akhirnya dengan skill bahasa inggris yang pas-pas’an saya coba susun motivation letter itu, berikut ini beberapa trik dalam penulisan motivation letter.
- Aturan paling utama adalah jujur dengan apa yang akan anda sampaikan dalam motivation letter, tidak berlebihan tapi tonjolkan capaian anda selama study sebelumnya.
- Buatlah kerangkanya dahulu, ceritakan awal masuk ke SMA dikemas singkat dan padat serta dibuat alamiah seperti anda bercerita tetapi dengan bahasa baku. Saling berkaitan antar paragraf dan Go Straight to the Point.
- Tulis sendiri, motivation letter berisi tentang diri anda jadi akan lebih baik dan natural jika anda sendiri yang menulisnya.
- Tulis faktor-faktor yang menjadi motivasi kita, kenapa kita merasa ingin dan perlu belajar, melanjutkan study di universitas yang bersangkutan?
- No drama, contohnya seperti ini “Saya berasal dari keluarga kurang mampu, tapi saya berprestasi dan saya ingin sekali kuliah di luar negeri tapi nggak ada biaya…” but stay positive
- 50-50 rule, membagi motivation letter menjadi 50% cerita tentang prestasi dan latar belakang kita dan 50% rencana karier kita dengan belajar di universitas yang akan dituju.
- Koreksi teman, Mintalah beberapa teman untuk membaca motivation letter kita agar dapat banyak input, misalnya ada kalimat yang tidak perlu, sebaiknya masukan kalimat ini, kalimat ini kedengerannya aneh, grammar salah, dan sebagainya.
Sepertinya itu tips yang paling penting dalam menyusun motivation letter, bukan bermaksud sok tau siih tapi karena memang tidak ada aturan baku tentang penyusunan motivation letter ini jadi saya coba susun dari berbagai sumber dalam dan luar negeri tentang penyusunan motivation letter, semoga dapat membantu teman-teman. O iya,..berikutnya akan saya berikan contoh motivation letter (klik link) dalam bahasa inggris.
Semoga Bermanfaat Wallahu a’lam bishshawab
Sumber : Berbagai Sumber
Aji Wibowo,S.Farm.,Apt
Berikan Apresiasi anda jika coretan ini bermanfaat dengan klik like fanpage Blog ini klik Dunia Farmasi atau klik Tombol Like pada kotak Facebook Fanpage dibawah coretan ini, Terimakasih
kami mengharapkan kritik dan saran anda dengan memberikan komentar dibawah coretan ini

Pak, saya sedang mencoba untuk apply beasiswa dan salah satu
ReplyDeletesyaratnya itu Motivation Letter dan kebetulan saya melihat artikel tentang Motivation Letter di web ini.Saya sudah membuat Motivation Letter nya, tapi masih belum yakin apakah sudah cukup baik utuk dikumpulkan. Apa bapak bisa memberi masukan buat untuk Motivation Letter saya? Terimakasih
Silahkan kirim motivation Letter anda via Email Farmatika[at]gmail.com semoga artikel ini dapat membantu anda
Delete